Program Studi D4

SEJARAH SINGKAT SEKOLAH ANALIS DEPKES SURABAYA
Tenaga Analis yang merupakan tenaga teknisi laboratorium sejak dahulu pada awak kemerdekaan Republik Indonesia ini terasa sangat diperlukan (dalam rangka penanganan penderita bersama-sama dengan tenaga kesehatan memprediksi prognosa penyakit dan untuk keperluan Laboratorium Industri, terutama yang ada kaitannya dengan kepentingan kesehtan), bahkan pada saat-saat sekarang maupun pada masa-masa yang akan datang.
a. Awal dari pemikiran untuk membentuk institusi pendidikan yang mendidik tenaga untuk menghasilkan tenaga Analis adalah timbul dari Indonesia di Jakarta. Gagasan ini kemudian ditanggapi oleh Menteri Kesehatan pada waktu itu dengan mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 4864/Kab tertanggal 6 Maret 1951 tentang pembentukan panitia untuk penyelenggaraan Pendidikan Analis.
Di Surabaya pada saat itu sudah ada kursus Analis yang sifatnya masih Non Lembaga, dengan Panitia yang dipimpin oleh Prof.Dr.M.Soetopo akhirnya kursus Analis tersebut dilembagakan dengan nama Pendidika Analis berstatus Sekolah yang pengesahannya dengan surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 32908/Pend. Tertanggal 10 Oktober 1951. Tokoh penting yang sangat berperan dalam penyelenggaraan pendidikan ANalus pada waktu itu disamping Prof.Dr.M.Soetopo adalah Prof.Dr.G.P.Pyma (alm), Dr.J.P.Paris. bapak R.Soewandi, dan kemudian muncul tokoh-tokoh muda sebagai tenaga pendidik seperti Bapak M.Djoehran (alm),Drh. R.Prajitno,Dr.Sie Hing Toen berserta Ny.Sie, Dr.R.R.Soeharjono Padmodiwiryo,Dr.R.Henry Pardoko (alm).Drs.H.Mohd.Hasan dan kawan-kawan.
Kurikulum untuk pendidikan analis tersebut baru terbit dengan surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 10241/end.tertanggal 4 Maret 1952. Didalam kurikulum tersebut yang pada waktu itu bernama ‘ATURAN ANALIS’ antara lain menyebutkan :
1. Tujuan Pendidikan
Tujuan pendidikan analis ialah mendidik calon-calon untuk dijadikan tenaga pada laboratorium kimia,bakteriologi,dan klinis yang kemudian hari :
a) Diberi tugas menyelenggarakan pemeriksaan sehari-hari serta cukup mempunyai pengetahuan teoritis untuk dapat menghadapi dan memecahkan segala kemungkinan dalam pekerjaan
b) Dapat mempertanggungjawabkan atas hasil pekerjaannya
c) Memimpin dan mengawasi pekerjaan serta turut memberi pelajaran pada pegawai-pegawai bawahannya
2. Dasar Pendidikan
Pendidikan ini bersifat Sekolah yang disesuaikan dengan kebutuhan dan diselenggarakan begitu rupa sehingga tercapai suatu derajat Analis yang mempunyai dasar pengetahuan Kimia dan Bakteriologi yang cukup untuk dengan mudah dapat memperdalam pengetahuannya didalam ilmu-ilmu tersebut
3. Lama Pendidikan
Lama pendidikan lama 4 tahun dibagi 3 tingkatan. Tingkat 1 dan tingkat 2 lama pendidikan masing-masing 1 tahun. Pada akhir tahun ke 2 diuji untuk mendapatkan Ijazah Analis Umum. Tingkat 3 lama pendidikan 2 tahun dengan 2 jurusan yatu jurusan kimia dan Jurusan Bakteriologi. Pada akhir pendidikan di uji untuk mendapatkan ijazah analis khusus.

4. Penanggung Jawab Pendidikan
Penanggung Jawab atas penyelenggaraan Pendidikan analis ditugaskan kepada seorang yang memimpin jalannya pendidikan dan disebut Pemimpin. Pada kurun waktu tersebut Pemimpin Pendidikan analis Surabaya dijabat oleh Dr.R. Wasito.

b. Penyelenggaraan Pendidikan analis menggunakan kurikulum dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 10241/Kab. Berakhir sejak terbitnya Surat Keputusan Menteri kesehatan Nomor 1549/Pend. Tanggal 25 Juni 1956 tentang peraturan Pendidikan Analis. Pada prinsipnya. Pada prinsipnya Peraturan Pendidikan Analis yang baru ini hamper sama dengan Peraturan Pendidikan Analis yang baru ini hampir sama dengan Peraturan Pendidikan Analis yang lama dengan penambahan mata pelajaran tertentu. Yang mengalami perubahan secara fundamental adalah lama pendidikan. Lama pendidikan menjadi 3 tahun dibagi menjadi 3 tingkatan. Tingkat 1 lama pendidikan selama 1 tahun. Tingkat 2 dan tingkat 3 masing-masing lama pendidikan 1 tahun dan dibagi menjadi 2 jurusan: Jurusan kimia dan Jurusan bakteriologi. Pada akhir pendidikan diuji untuk memperoleh Ijazah Analis Umum. Pada awal tahun 1960 terjadi pergantian Pemimpin Pendidikan Analis yaitu Dr.R. Wasito digantikan oleh Dr. R. Soeharjono Padmodiwirjo.

c. Penyelenggaraan Pendidikan Analis mengalami perubahan lagi dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 67518/Pend/Kab. Tanggal 5 Nopember 1962. Perubahan yang terjadi dengan Penyelenggaraan Pendidikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 67518/Pend/Kab. Antara lain adalah sebagai berikut :
1. Nama Pendidikan menjadi Sekolah Pengatur Analis (SPA)
2. Lama Pendidikan : 4 tahun dibagi menjadi 4 tingkatan yang masing – masing tingkatan disebut kelas. Kelas 1 dan kelas 2 masing – masing lama pendidikan 1 tahun pada akhir tahun ke 2 diadakan ujian untuk memperoleh ijazah Analis Umum. Kelas 2 dan kelas 3 lama pendidikan masing-masing 1 tahun dan pada akhir tahun ke 4 diadakan ujian untuk memperoleh ijazah Sekolah Pengatur Analis Khusus. Mulai tahun ke2 diadakan penjurusan, yaitu : Jurusan Kimia dan Jurusan Bakteriologi Klinik. Pada bulan Februari 1977 Markas Besar Sekolah Pengatur Analisa di Jalan Dr. Soetomo 34 ( saat ini ditempati AXA Mandiri) pindah ke tempat baru di jalan Karangmenjangan 18A yang kita kenal sampai saat ini dengan nama Sekolah Menengah Analis Kesehatan.

d. Dengan diterbitnya Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 371/Menkes/ SK/X/80 tertanggal 4 Oktober 1980 tentang susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Menengah Analis Kesehatan, penyelenggaraan Pendidikan kembali mengalami perubahan. Perubahan – perubahan tersebut secara garis besar adalah sebagai berikut :
1. Nama Pendidikan menjadi Sekolah Menengah Analis Kesehatan.
2. Lama Pendidikan : 3 tahun dibagi tingkatan yang masing – masing tingkatan lama pendidikan 1 tahun. Pada akhir tahun ke 3 diadakan ujian untuk memperoleh Ijazah Analis Kesehatan.
3. Kurikulum : menggunakan kurikulum Sekolah Menengah Analis Kesehatan tahun 1981 yang diterbitkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 64/Kep/diklat/Kes/81 tanggal 31 Maret 1981 tentang Penyelenggaraan Pendidikan pada Sekolah Menengah Analis Kesehatan.
Kurikulum ini mengalami perbaikan/penyempurnaan dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 434/ Kep/ Diknakes/ II/ 1987 tanggal 31 Januari 1987.
Pada bulan Maret 1987 terjadi pergantian Kepala Sekolah di mana Dr. R Soeharjono Padmodiwirjo memasuki masa pensiun. Adapun penggantinya adalah Bapak Soejoto. Perlu kami sampaikan disini bahwa pada era ini boleh disebut ‘Sejarah Baru”, karena Bapak Soejoto ini adalah Alumni Analis Surabaya tahun 1961 dan merupakan Kepala sekolah satu-satunya yang berlatar belakang Analis. Bisa dimengerti bilamana beliau mengadakan gebrakan-gebrakan baru dalam pendidikan Analis.
Sebagai contoh mengadakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
a. Pertemuan Guru Sekolah Menengah Analis Kesehatan se-Indonesia
b. Penyeragaman Kurikulum
c. Pertemuan siswa Sekolah Menengah Analis Kesehatan se-Indonesia
d. Upaya Penerapan Pakaian Seragam Sekolah Menengah Analis Kesehatan
e. Upaya Penerapan Lagu Mars ISAS (yang diciptakan oleh Bapak Tjoek Sukiadi, Alumni 1961) menjadi lagu Mars Siswa Analis se-Indonesia (terjadi tahun 1988)
f. Penerapan Lambang Sekolah Analis secara nasional
g. Menyelenggarakan Program D2 & AKTA II bagi Guru Sekolah Menengah Analis Kesehatan, sebagai persiapan konversi

e. Akhirnya pada bulan Maret 1995 tongkat kepemimpinan Sekolah beralih kepada Bapak Drs. Mohd. Junus. Sama seperti Kepala Sekolah sebelumnya, Bapak Kepala Sekolah yang ini juga berlatar belakang Analis, alumni tahun 1965. Pada era ini juga banyak terjadi perubahan-perubahan baik fisik maupun edukatif
Perubahan-perubahan itu antara lain:
1. Sarana pendidikan/ gedung, makin bertambah banyak guna memenuhi standar minimal perkuliahan/akademi
2. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.00.06.1.1.225 tanggal 7 Juli 1995, maka Sekolah Analis Kesehatan ‘berubah’ menjadi Akademi Analis Kesehatan, sebagai kebijakan memasuki era globalisasi
3. Terakhir diijinkan menerima siswa untuk Sekolah Menengah Analis Kesehatan pada tahun 1998 dan merupakan siswa yang tidak mempunyai adik kelas
4. Diangkatnya Kepala Sekolah Menengah Analis Kesehatan menjadi Direktur Akademi Analis Kesehatan Depkes Surabaya (Sumber: Buku Kenangan Wisuda Lulusan SMAK Depkes Surabaya tahun 2000. Oleh: Drs. Edy Haryanto, M.Kes, Bapak Soetopo)

Pada tahun 1995 Sekolah Menengah Analis Kesehatan Surabaya berubah menjadi Diploma 3 Analis Kesehatan. Pada Tahun 2001 menjadi Politeknik Kesehatan Surabaya. Pada bulan Nopember 2006 sampai dengan bulan Juni 2010 Jurusan Analis Kesehatan dipimpin oleh Ibu Dra. Hj. Wieke Sriwulan, ST, MARS, M.Kes sebagai Ketua Jurusan. Mulai bulan Juli 2010 sampai tahun 2014 Ketua Jurusan Analis Kesehatan dipimpin oleh Ibu Drh. Diah Titik Mutiarawati, M.Kes. Pada tanggal 2 Juni 2014 berdasarkan Keputusan Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya Nomor: HK. 02.04/I.2/3087/2014 tentang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Dalam Jabatan Ketua Jurusan dan Kaprodi pada Jurusan Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya menetapkan dan mengangkat Drs. Edy Haryanto, M.Kes sebagai KETUA JURUSAN pada Jurusan Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya periode 2014-2018 dan 2018-2022

B. DASAR PENYELENGGARAAN
1. Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
2. Undang-undang No.12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi
3. Peraturan Pemerintah nomor 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan
4. Peraturan Pemerintah No 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan
5. Peraturan Pemerintah nomor 66 tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan
6. Peraturan Presiden No. 18 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
7. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 890/MENKES/PER/VIII/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Kesehatan Republik Indonesia
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No.20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan
9. Peraturan Menteri Kesehatan No.1796 tahun 2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan
10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.73 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.83 tahun 2013 tentang Sertifikita Kompetensi
12. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: HK.03.05/I.2/03086/2012 tentang Petunjuk Teknis Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Kesehatan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
13. Permendikbud RI No.49 tahun 2014 Standart Nasional Pendidikan Tinggi
14. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar
15. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.00.06.2.4.3199 tahun 2004 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Pendidikan JPT Pendidikan Tenaga Kesehatan
16. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.00.06.2.4.3198 tentang Pedoman Penata Usahaan Ijasah Pendidikan Diploma Bidang Kesehatan
17. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: OT.02.03/I/4/03440.1 tanggal 1 Juli 2008 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Laksana Politeknik Kesehatan Depkes
18. Surat Keputusan Kepmendikbud RI No.355/E/O/2012 tanggal 10 Oktober 2012 tentang Alih Bina Penyelenggaraan Program studi Pada Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Dari Kementerian Kesehatan Kepada Kementeria Pendidikan dan Kebudayaan
19. Surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi No.1282/D/T/2001 tanggal 27 April 2001 tentang Persetujuan Pembukaan Program Studi D-III dan Pelembagaan Poltekkes di Lingkungan Departemen Kesehatan & Kesejahteraan Sosial
20. Surat Edaran Dirjen Dikti No.704/E.E3/DT/2013 tentang Uji Kompetensi Bagi Calon Lulusan Pendidikan Tinggi Bidang Kebidanan dan Keperawatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *