46

A.PROFIL AKADEMIK

analiskes Juni 6, 2012 Pengumuman

Sejarah Singkat Tentang Analis Kesehatan

SEJARAH SINGKAT SEKOLAH ANALIS DEPKES SURABAYA
Tenaga analis yang merupakan tenaga teknisi laboratorium sejak dahulu pada awal kemerdekaan Republik Indonesia ini sudah terasa sangat diperlukan (dalam rangka penanganan penderita bersama-sama dengan tenaga kesehatan memprediksi prognosa penyakit dan untuk keperluan Laboratorium Industri, terutama yang ada kaitannya dengan kepentingan Kesehatan), bahkan pada saat-saat sekarang maupun pada masa-masa yang akan datang.
A. Awal dari pemikiran untuk membentuk institusi pendidikan yang mendidik tenaga untuk menghasilkan tenaga Analis adalah timbul dari Indonesia di Jakarta. Gagasan ini kemudian ditanggapi oleh Menteri Kesehatan pada waktu itu dengan mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 4864/Kab. Tertanggal 6 Maret 1951 tentang pembentukan panitia untuk penyelenggaraan Pendidikan Analis.
Di Surabaya pada saat itu sudah ada kursus Analis yang sifatnya masih Non Lembaga, dengan Panitia yang dipimpin oleh Prof. Dr. M. Soetopo akhirnya kursus Analis tersebut dilembagakan dengan nama Pendidikan Analis berstatus Sekolah yang pengesahannya dengan surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 32908/Pend. Tertanggal 10 Oktober 1951. Tokoh penting yang sangat berperan dalam penyelenggaraan pendidikan Analis pada waktu itu disamping Prof. Dr. M. Soetopo adalah Prof. Dr. G. P. Pyma (alm), Dr. R. Wasito (alm), Dr. J.P. Paris, Bapak R. Soewandi, dan kemudian muncul tokoh-tokoh muda sebagai tenaga pendidik seperti Bapak M. Djoehran (alm), Drh. R. Prajitno, Dr. Sie Hing Toen beserta Ny. Sie, Dr. R. Soeharjono Padmodiwiryo, Dr. R. Henry Pardoko (alm), Drs. H. Mohd. Hasan dan kawan-kawan.

Kurikulum untuk Pendidikan Analis tersebut baru terbit dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 10241/Pend. Tertanggal 4 Maret 1952. Di dalam kurikulum tersebut yang pada waktu itu bernama “ATURAN ANALIS” antara lain menyebutkan :
1. Tujuan Pendidikan
Tujuan Pendidikan Analis ialah mendidik calon-calon untuk dijadikan tenaga pada Laboratorium Kimia, Bakteriologi, dan Klinis yang kemudian hari :
a. Diberi tugas menyelenggarakan pemeriksaan sehari-hari serta cukup mempunyai pengetahuan teoritis untuk dapat menghadapi dan memecahkan segala kemungkinan dalam pekerjaan.
b. Dapat mempertanggung jawabkan atas hasil pekerjaannya.
c. Memimpin dan mengawasi pekerjaan serta turut memberi pelajaran pada pegawai –pegawai bawahannya.
2. Dasar Pendidikan
Pendidikan ini bersifat Sekolah yang disesuaikan dengan kebutuhan dan diselenggarakan begitu rupa sehinggatercapai suatu derajat Analis yang mempunyai dasar pengetahuan Kimia dan Bakteriologi yang cukup untuk dengan mudah dapat memperdalam pengetahuannya didalam ilmu-ilmu tersebut.
3. Lama Pendidikan
Lama Pendidikan lama 4 tahun dibagi menjadi 3 tingkatan. Tingkat 1 dan tingkat 2 lama pendidkan masing-masing 1 tahun. Pada akhir tahun ke 2 diuji untuk mandapatkan Ijazah Analis Umum. Tingkat 3 lama pendidikan 2 tahun dengan 2 jurusan, yaitu Jurusan Kimia dan Jurusan Bakteriologi. Pada akhir pendidikan di uji untuk mendapatkan Ijazah Analis Khusus.
4. Penanggung Jawab Pendidikan
Penanggung jawab atas penyelenggaraan Pendidikan Analis ditugaskan kepada seorang yang memimpin jalannya Pendidikan dan disebut Pemimpin Pendidikan. Pada kurun waktu tersebut Pemimpin Pendidikan Analis Surabaya dijabat oleh Dr. R. Wasito.
B. Penyelenggaraan Pendidikan Analis menggunakan kurikulum dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 10241/Kab. Berakhir sejak terbitnya Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1549/Pend. Tanggal 25 Juni 1956 tentang Peraturan Pendidikan Analis. Pada prinsipnya PeraturanPendidikan Analis yangbaru ini hampir sama dengan Peraturan Pendidikan Analis yang lama dengan penambahan mata pelajaran tertentu. Yang mengalami perubahan secara fundamental adalah lama pendidikan. Lama Pendidikan menjadi 3 tahun dibagi menjadi 3 tingkatan. Tingkat 1 lama pendidikan selama 1 tahun. Tingkat 2 dan tingkat 3 masing-masing lama pendidikan 1 tahun dan dibagi menjadi 2 jurusan : Jurusan Kimia dan Jurusan Bakteriologi. Pada akhir pendidikan diuji untuk memperoleh Ijazah Analis Umum. Pada awal tahun 1960 terjadi pergantian Pemimpin Pendidikan Analis, yaitu Dr. R. Wasito digantikan oleh Dr. R. Soeharjono Padmodiwirjo.
C. Penyelanggaraan Pendidikan Analis mengalami perubahan lagi dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 67518/Pend/Kab. Tanggal 5 Nopember 1962. Perubahan yang terjadi dengan Penyelenggaraan Pendidikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 67518/Pend/Kab. Antara lain adalah sebagai berikut :
1. Nama Pendidikan menjadi Sekolah Pengatur Analis (SPA).
2. Lama Pendidikan : 4 tahun dibagi menjadi 4 tingkatan yang masing-masing tingkatan disebut kelas. Kelas 1 dan Kelas 2 masing-masing lama pendidikan 1 tahun pada akhir tahun ke 2 diadakan ujian untuk memperoleh Ijazah Analis Umum. Kelas 2 dan Kelas 3 lama pendidikan masing-masing 1 tahun dan pada akhir tahun ke 4 diadakan ujian untuk memperoleh Ijazah Sekolah Pengatur Analis Khusus. Mulai tahun ke 2 diadakan penjurusan, yaitu : Jurusan Kimia dan Jurusan Bakteriologi Klinik. Pada bulan Februari 1977 Markas Besar Sekolah Pengatur Analisa di Jalan Raya Dr. Soetomo 34 (saat ini ditempati AXA MANDIRI) pindah ke tempat baru di Jalan Karangmenjangan 18 A yang kita kenal sampai saat ini dengan nama Sekolah Menengah Analis Kesehatan.
D. Dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 371/Menkes/SK/X/80 tertanggal 4 Oktober 1980 tenteang Susunan Organisasi Dan Tata Kerja Sekolah Menengah Analis Kesehatan, penyelenggaraan Pendidikan kembali mengalami perubahan. Perubahan-perubahan tersebut secara garis besar adalah sebagai berikut :
1. Nama Pendidikan menjadi Sekolah Menengah Analis Kesehatan
2. Lama Pendidikan : 3 tahun dibagi tingkatan yang masing-masing tingkatan lama pendidikan 1 tahun. Pada akhir tahun ke 3 diadakan ujian untuk memperoleh ijazah : Analis Kesehatan
3. Kurikulum : menggunakan kurikulum Sekolah Menengah Analis Kesehatan tahun 1981 yang diterbitkan dengan surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 64/Kep/Diklat/Kes/81 tanggal 31 Maret 1981 tentang Penyelenggaran pendidikan pada Sekolah Menengah Analis Kesehatan.
Kurikulum ini mengalami perbaikan/penyempurnaan dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 434/Kep/Diknakes/II/1987 tanggal 31 Januari 1987.
Pada Bulan Maret 1987 terjadi pergantian Kepala Sekolah di mana Dr. R. Soeharjono Padmodiwirjo memasuki masa pension. Adapun penggantinya adalah Bapak Soejoto.
Perlu kami sampaikan di sini bahwa pada era ini boleh disebut “Sejarah Baru”, karena Bapak Soejoto ini adalah Alumni Analis Surabaya Tahun 1961 dan merupakan Kepala Sekolah satu-satunya yang berlatar belakang Analis. Bisa dimengerti bilamana beliau mengadakan gebrakan-gebrakan baru dalam pendidikan Analis.
Sebagai contoh mengadakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
• Pertemuan Guru Sekolah Menengah Analis Kesehatan se Indonesia
• Penyeragaman Kurikulum
• Pertemuan siswa Sekolah Menengah Analis Kesehatan se Indonesia
• Upaya Penerapan Pakaian Seragam Sekolah Menengah Analis Kesehatan
• Upaya Penerapan Lagu Mars ISAS (yang diciptakan oleh Bapak Tjoek Sukiadi, Alumni 1961) menjadi lagu Mars Siswa Analis se Indonesia (terjadi tahun 1988)
• Penerapan Lambang Sekolah Analis secara Nasional
• Menyelenggarakan Program D2 & AKTA II bagi Guru Sekolah Menengah Analis Kesehatan, sebagai persiapan konversi.

E. Akhirnya pada bulan Maret 1995 tongkat kepemimpinan Sekolah beralih kepada Bapak Drs. Mohd. Junus.
Sama seperti Kepala Sekolah sebelumnya, Bapak Kepala Sekolah yang ini juga berlatar belakang Analis, alumni tahun 1965. Pada era ini juga banyak terjadi perubahan-perubahan baik fisik maupun Edukatip.

Perubahan-perubahan itu antara lain :
• Sarana Pendidikan/gedung, makin bertambah banyak guna memenuhi standard minimal Perkuliahan/Akademi.
• Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.00.06.1.1.225 tanggal 7 Juli 1995, maka Sekolah Analis Kesehatan “berubah” menjadi Akademi Analis Kesehatan, sebagai kebijakan memasuki era globalisasi.
• Terakhir diijinkan menerima siswa untuk Sekolah Menengah Analis Kesehatan pada tahun 1998 dan merupakan siswa yang tidak mempunyai Adik Kelas
• Diangkatnya Kepala Sekolah Menengah Analis Kesehatan menjadi Direktur Akademi Analis Kesehatan Depkes Surabaya (Sumber : Buku Kenangan Wisuda Lulusan SMAK DepKes Surabaya tahun 2000. Oleh : Drs. Edy Haryanto,M.Kes, Bapak Soetopo).

Pada Tahun 1995 Sekolah Menengah Analis Kesehatan Surabaya berubah menjadi Diploma 3 Analis Kesehatan. Pada Tahun 2001 menjadi Politeknik Kesehatan Surabaya. Pada bulan Nopember 2006 sampai dengan bulan Juni 2010 Jurusan Analis Kesehatan dipimpin oleh Ibu Dra. Hj. Wieke Sriwulan, ST MARS M,Kes sebagai Ketua Jurusan. Mulai Bulan Juli 2010 Ketua Jurusan Analis Kesehatan dipimpin oleh Ibu Drh. Diah Titik Mutiarawati, M.Kes.

By : Dwi Krihariyani

OVERVIEW

Analis kesehatan atau pranata laboratorium adalah bagian dari profesi di bidang kesehatan. Selama ini masyarakat lebih mengenal dokter, perawat, bidan, apoteker. Sedangkan analis kesehatan jarang dikenal.
Analis kesehatan adalah petugas yang bekerja di laboratorium untuk melakukan pemeriksaan lab sebagai penunjang diagnosa dokter.
Seorang analis harus memiliki ketrampilan dan tanggung jawab yang tinggi dalam pemeriksaan sampel. Hal ini berhubungan dengan adanya risiko yang fatal jika terjadi kesalahan. Profesi apapun sudah semestinya dilakukan dengan ketulusan. Seperti juga menjadi seorang analis yang berhubungan dengan nyawa manusia.

TUJUAN DAN PERANAN

Tujuan pendidikan Program Diploma III Analis Kesehatan adalah mendidik mahasiswa menjadi Ahli Madya Analis Kesehatan yang mampu:

  1. Melakukan profesinya sesuai standar profesi dan kode etik Analis Kesehatan.
  2. Melakukan pemeriksaan laboratorium kesehatan.
  3. Menggunakan dan memelihara serta memperbaiki kerusakan sederhana alat-alat laboratorium.
  4. Bekerjasama dengan tenaga kesehatan lainnya.
  5. Membimbing dan membina tenaga kesehatan yang menjadi tanggung jawabnya.
  6. Melakukan administrasi laboratorium kesehatan.
  7. Melakukan penyuluhan kesehatan sesuai dengan bidangnya.
  8. Menghasilkan ahli madya analis kesehatan yang profesional, berdaya guna dalam pelayanan kesehatan dan pengelolaan laboratorium

Peran Ahli Madya Analis Kesehatan:

1. Pelaksana teknis dalam pelayanan laboratorium kesehatan
2. Pelaksana teknis operasional laboratorium kesehatan
3. Peneliti dalam bidang laboratorium kesehatan
4. Penyuluh dalam bidang laboratorium kesehatan

VISI & MISI

VISI

Pendidikan Tinggi Kesehatan Yang Mandiri dan Inovatif Dalam Menghasilkan Tenaga Kesehatan Yang Profesional dan Bermartabat.

MISI

  1. Melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara mandiri, profesional, transparan dan akuntabel diiringi integritas yang tinggi.
  2. Mewujudkan pendidikan analis kesehatan yang mampu bersaing dalam perkembangan IPTEK.
  3. Menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
  4. Meningkatkan pengembangan kerjasama kemitraan dengan stakeholder.
  5. Menghasilkan lulusan yang profesional dan bermartabat.

Comments (46)

 

  1. djoni mengatakan:

    em.. biayanya brapa ya??

  2. Lidwina mengatakan:

    persyaratan yang lain buat daftar apa aja yaa ??

  3. ekha mengatakan:

    jadi apakah ada jalur prestasi?
    materi yang diujika apa saja?
    daya tampungnya berapa?

    • analiskes mengatakan:

      jalur prestasi sudah dibuka mbak…dan sudah tes…kalau untuk jalur uji tulis dibuka bulan juni

  4. ifa mengatakan:

    maaf saya bingung persyaratan tinggi badan untuk jurusan analis kes yang cewek itu 150cm apa 155cm???makasih

  5. Nia arista mengatakan:

    untuk akreditasinya analisis kesehatan apa ? terimakasih

  6. NURUL mengatakan:

    kapan pendaftaran D4 analis kesehtanx?

  7. ifa mengatakan:

    untuk penerimaan maba analis kes,apa bisa lewat jalur PMDP?

  8. ayu mengatakan:

    untuk analiskesehatan di poltekkes surabaya itu tinggi minimal 150 cm untuk cowok saja apa untuk cewek juga

  9. erni mengatakan:

    kalau cara daftarnya langsung ke kampusnya kah ?

  10. lia mengatakan:

    syarat tinggi badan brp ya?

  11. Ana mengatakan:

    untuk tahun 2013 ada jalur prestasi/menggunakan nilai raport gak??

  12. muth mengatakan:

    apa syarat d4 analis kesehatan?

  13. fani mengatakan:

    kalo tinggi badannya nggak mencapai 158cm gimana ??

  14. fida mengatakan:

    tahun kmaren peminat dan kuotanya berapa?
    tahun 2013 kuotanya ditambh gk ??

  15. siska mengatakan:

    kalo lulus, bisa langsung jadi PNS?

    • analiskes mengatakan:

      kalau untuk langsung bisa masuk kita gak bisa menjamin..tapi rata-rata lulusan kami banyak yang setelah lulus kuliah langsung bekerja…bisa mbak lihat penyerapan

  16. ambar mengatakan:

    kalo di tahun 2012 tidak ada S1 nya, apakah di tahun 2013 ada S1 nya?
    thx

  17. Isnaeni Nurul Fitria mengatakan:

    apa masuk analis memerlukan tinggi badan?
    kalau ada tes tinggi badan itu, berapa?

  18. eka rury mengatakan:

    dibuka jalur rapot endak ?
    pendaftaran mulai bulan juni tanggal berapa ya ?

    • analiskes mengatakan:

      untuk penerimaannya melalui tes..pendaftaran Insya Allah bulan Juni tanggalnya belum diketahui pastinya..mungkin awal bulan

  19. ekha mengatakan:

    untuk analisis kesehatan akreditasinya apa?
    pendaftaraan analisis medis di mulai tanggal berapa?
    tesnya apa ajah?
    materi yang di ujikan apa?
    sebelumnya terima kasih..

  20. vvastrya mengatakan:

    adakah program khusus untuk analis kesehatan?

  21. alfi mengatakan:

    q mau ambil prodi ini ,,,,tesnya susah ngak ????

  22. Melly Triana mengatakan:

    Kapan di buka pndftran mahasiswa baru untuk jurusan analis kesehatan ???

  23. kurnia riwu manu mengatakan:

    apakah analis kesehatan ada progam S1 nya??